KAPTEN MULYONO DI TANAH DAYAK

KAPTEN MULYONO DI TANAH DAYAK

 

          KUALA PEMBUANG, KECAMATAN SERUYAN HILIR KABUPATEN SERUYAN, APRIL 2020. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan berkesempatan memperkenalkan sebuah buku sejarah tentang Kapten Mulyono yang berjudul “Pertempuran Tumbang Manjul Menelusuri Jejak Kapten Mulyono di Tanah Dayak”. Oleh Tim Palangka Ekspres yang telah di bukukan dan diterbitkan oleh Ide Press Yogyakarta di Yogyakarta masih cetakan pertama pada bulan Oktober 2019.

 

Serah terima Buku Sejarah Pertempuran Tumbang Manjul, Menelusuri Jejak Kapten Mulyono di Tanah Dayak untuk Sekolah-sekolah di Kabupaten Seruyan

          Selain Memperkenalkan Lewat Media Sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan bekerjasama dengan Pihak Pemerinatah Daerah Kabupaten Seruyan dan Palangka Raya Ekspres serta mendistributorkan buku tersebut ke Sekolah – sekolah di Kabupaten Seruyan, dari Tingkat SD, SMP, dan SMA. Tidak hanya pada sekolah – sekolah saja, buku tersebut juga didistibusikan ke setiap Kecamatan, Instansi Vertikal dan Horisontal di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan.

          Penerbitan buku tersebut berawal dari diskusi kecil – kecilan jajaran Manajemen Media Palangka Ekspres dengan Bupati Seruyan ( YUlhaidir ) pada pertengahan Tahun 2018 lalu. Dari hasil diskusi yang alakadar tersebut, Tim Palangka Ekspres tertarik untuk membuat tulisan berseri tentang Penyerangan Maskar Belanda di Pesanggrahan Tumbang Manjul dengan tokoh Sentralnya Kapten Mulyono. Tidak hanya membuat tulisan di Koran dengan judul “Operasi Intelijen dan Mencari Tempat Pendaratan”, palangka Ekspres bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Seruyan menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Pertempuran Tumbang Manjul Menelusuri Jejak Kapten Mulyono di Tanah Dayak”.

Serah terima Buku Sejarah Pertempuran Tumbang Manjul, Menelusuri Jejak Kapten Mulyono di Tanah Dayak di Tanah Dayak untuk Seluruh Instansi-instansi di Kabupaten Seruyan

“Selama ini nama Beliau kurang dimunculkan ke Publik, maka melalui berbagai upaya ini masyarakat dapat benar- benar mengetahui dan mengenal beliau sebagai seorang pejuang”. Ujar Bupati Seruyan Bapak Yulhaidir.

Peresmian Bandar Udara Kapten Mulyono di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan pada hari Rabu, 23 Juli 2018

          Dari sekian banyak sumber cerita dan informasi yang didapat mengenai Kapten Mulyono. Salah satu sumber tertulis yang diperoleh langsung adalah tulisan yang sudah di tulis oleh salah seorang pengamat dan Penulis Sejarah Indonesia Asal Australia, yaitu Professor Robert Cribb dari Coral Bell School of Asia Pacific Afairs, ANU College of Asia dan the Pasific, Australia.Beliau secara khusus telah menulis mengenai Kapten Mulyono dengan Judul Tulisannya “The Adventure of Captain Mulyono: Indonesiam Intelligence Operations in Kalimantan, 1946 – 1948”. Yang dibuat sekitar tahun 1988.

Bupati Seruyan memberikan Bantuan Sosial berupa bingkisan kepada Keluarga atau Ahli Waris Pejuang Seruyan setelah Upacara Peringatan Hari Pahlawan

          Dari tulisan Beliau tersebut makin memperkaya informasi dan perspektif perjuangan Kapten Mulyono saat perang kemerdekaan melawan penjajah Jepang, saat menjadi tentara PETA dan juga saat berperang melawan Agresi Belanda,mulai dari pulau Jawa yang merupakan tempat kelahirannya, Medan, Sumatra, singapura, Malaysia, dan Kalimantan (Khususnya di Kalimantan Tengah tanah Dayak).

Bupati Seruyan bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Seruyan foto bersama di depan Tugu Sepan Biha

Nama-nama Pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawn "Sepan Biha" Tumbang Manjul

Nama-nama para Pejuang yang ikut Pelatihan Kemiliteran di Sepan Biha di bawah Komando Kapten Mulyono

          Kapten Mulyono lahir pada tanggal 11 Nopember 1921 dan Wafat tanggal 15 Mei 1975 dan dimakam di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana Banjarmasin Kalimantan Selatan berpangkat Letnan Kolonel dan NRP 15811.

          Untuk mengenang Jasa Beliau di Bumi Tambun Bungai sejumlah Kabupaten di Kalimantan Tengah mengabadikan nama Kapten Mulyono sebagai nama jalan. Misalnya di Kabupaten Murung Raya menjadi nama sebuah Jalan Protol. Kemudian di Kabupaten Kotawaringin Timur nama beliau juga diabadikan sebagaiJalan di Komplek Perumahan, sedangkan di Kabupaten Seruyan selain sebagai nama jalan di Kecamatan Seruyan Hulu yang persis berada disamping Makam Pahlawan Sepan Biha juga diabadikan menjadi nama Bandara di Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.

 

 

By : Rierien

Dipost Oleh Mahrina DPK

Post Terkait